MISI RAHMAT

Pendahuluan.

Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah menyertai dan menolong dalam setiap pelayanan yang dipercayakan-Nya melalui Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII), dan yang telah memberikan hikmat dan kemampuan didalam melayani. Penginjilan merupakan suatu tugas yang penting dan mulia. Matius 28:19-20,  “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”.  Allah memberikan tugas yang mulia (Amanat Agung) kepada orang yang percaya untuk menyampaikan kabar keselamatan, Dia memberi jaminan penyertaan kepada kita dalam pelayanan penginjilan.

            Misi Rahmat merupakan badan pembantu sinode yang bertugas melaksanakan misi pelayanan penginjilan kepada suku-suku yang terabaikan di Indonesia (Peraturan, Doktrin, ketentuan tenaga, dan tabel pembiayaan hidup hamba Tuhan Gereja Kristen Injili Indonesia Bab.V pasal 24 bagian kesatu). Adapun pengurus Misi Rahmat periode 2017 S/D 2021, Ketua Pdt. Sumarsono, S.Th, wakil ketua Pnt. Henry Lukianus Kartanegara, sekretaris Doni Iskandar, bendahara Amad (SK No. 023/MS-XIV/GKII/XI/2017). Misi rahmat telah membentuk anggota diantara Pnt. Nelson Barasa, Pnt. David Chu, Ibu Yuli St,  Ibu Rosita Chen, sdr. Niko, sdr. Bernadus, sdr. Yehezkhiel, sdri. Yenti,  sdri. Oni dan ketua Komisi Pekabaran Injil dan jemaat Induk GKII.

Visi dan misi dari Misi Rahmat ialah sebagai berikut :

  1. Visi dari Misi Rahmat adalah mengembangkan kemah, membangun mezbah-mezbah dan tugu-tugu bagi Tuhan ditengah suku-suku yang terabaikan di Indonesia.
  2. Misi dari Misi Rahmat adalah memberdayakan dan melibatkan jemaat untuk menjangkau suku-suku yang terabaikan di Indonesia.

Dalam pelayanan Misi rahmat berbagai hal Tuhan ijinkan terjadi, salah satunya Pandemi Covid-19. Hal tersebut berdampak dalam pelaksanaan program Misi Rahmat, ada yang terlaksana dan ada yang tidak terlaksana.  Namun kita percaya bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita dalam melayani Dia (Roma 8:28). Tantangan yang terjadi dalam pelayanan mengajarkan kita untuk rendah hati dan semakin  bersandar dan tetap setia untuk meneruskan pelayanan Amanat Agung yang sudah dikerjakan dan yang akan terus dikerjakan sampai Tuhan Yesus datang yang kedua kalinya kedunia ini. Dialah yang akan memberikan kemampuan dan hikmat didalam melaksanakannya. Oleh karena itu, pengurus Misi Rahmat bersama tim ingin bekerjasama dengan seluruh hamba Tuhan dan jemaat-Nya untuk menyampaikan kesaksian tentang Yesus Kristus yang adalah Satu-satu Jalan Keselamatan bagi umat manusia.